Sunday, August 01, 2010
   
Text Size

Pendidikan

PIA ARDHYA GARINI KALIJATI RESMIKAN POS PAUD SRIKANDI

Berita - Pendidikan

Persatuan Istri Anggota (PIA) Ardhya Garini Cabang 5 Daerah 1 Lanud Suryadarma melaksanakan peresmian Pos Paud Srikandi, Selasa (12/4). Peresmian yang dilaksanakan di Balai Srikandi Lanud Suryadarma ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang Drs. H. Makmur Sutisna WD. MM. Pd., Kasi Paud Kabupaten subang beserta rombongan, dan Ibu-ibu PIA Ardya Garini.

Dalam Acara ini Ny. Widiantoro selaku ketua PIA Ardhya Garini Bakorcab Kalijati menyampaikan rasa senang dan bangga atas terbentuknya Pos Paud ini. Beliau berharap Paud Srikandi dapat turut serta mensukseskan program pemerintah. Menurut beliau pendidikan merupakan investasi penting bagi bangsa sehingga untuk mencapainya dimulai dari usia dini dengan mengisi Golden Age (masa emas) anak agar terisi dengan hal yang baik dan positif. Sementara itu menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang Drs. H. Makmur Sutisna WD. MM. Pd. 50% otak kiri dan kanan anak dikembangkan pada usia 0-5 tahun, 30% pada masa anak Sekolah Dasar (SD) dan sisanya pada masa anak menginjak dewasa.

Selesai sambutan diadakan penandatanganan batu peresmian dan pemotongan pita tanda telah dibukanya Pos Paud Srikandi. Dalam acara ini juga ditampilkan kreatifitas dari anak-anak paud srikandi yang membawakan yel-yel dan lagu.

Pos Paud Srikandi ini telah memulai pendidikannya pada bulan Maret 2010 lalu dan saat ini memiliki sekitar 25 anak didik.Terdapat 5 orang guru pembimbing dari pengurus PIA AG yang melaksanakan pendidikan dengan metode “bermain sambil belajar, Belajar sambil bermain”. Selain itu dalam waktu dan tempat yang bersamaan juga dilaksanakan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang rutin dilaksanakan oleh PIA AG untuk mengecek perkembangan dan kesehatan anak-anak mereka.

(Tim Aero-Kalijati,14-4-2010)

 

 

Pengumuman Penerimaan Prajurit TNI AU

Berita - Pendidikan

User Rating: / 1
PoorBest 

PENGUMUMAN

PENERIMAAN TAMTAMA PK PRIA TNI AU GELOMBANG I TAHUN 2010

1. Diumumkan bahwa TNI AU memberi kesempatan kepada para pemuda untuk diterima menjadi Tamtama PK TNI AU Gel I TA 2010 dengan persyaratan sebagai berikut :

a. WNI, Pria bertaqwa kepada Tuhan YME, setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945 serta bukan Prajurit TNI/POLRI dan PNS.

b. Berusia minimal 18 tahun dan maksimal 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan ( bulan Juni 2010 ).

c. Tinggi badan minimal 165 cm dengan berat badan seimbang, tidak berkacamata, sehat jasmani dan rohani.

d. Berijazah serendah-rendahnya Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ( SLTP ) dan Lulusan dari Kabupaten Subang, Karawang, Purwakarta.

e. Berkelakuan baik dan tidak kehilangan hak untuk menjadi Prajurit TNI, yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK ) dari Polres setempat.

f. Belum pernah nikah dan sanggup tidak menikah, baik selama mengikuti pendidikan pertama maupun 2 (dua) tahun setelah lulus pendidikan.

2. Pendaftaran dibuka tanggal 1 s/d 15 Mei 2010 di Dinas Personel Lanud Suryadarma.

3. Cara Pendaftaran, calon datang sendiri dengan membawa ijazah asli, DANUN, Akte Kelahiran asli, KTP asli calon dan orang tua/wali dan menyerahkan :

a. Foto copi ijazah SLTP, SMU/MAN, SMK, SMM dilegalisir rangkap 2.

b. Foto copi akte kelahiran yang telah dilegalisir 2 lembar.

c. Foto copy KTP yang telah dilegalisir 2 lembar.

d. Pas foto hitam putih ukuran 4 x 6 = 3 lembar

4. Demikian mohon menjadi periksa.

(Tim Aero-Kalijati,2010)

   

Penerbang Jebolan Soloy Skadron 7

Berita - Pendidikan

User Rating: / 4
PoorBest 
Posted by Taufik Agus Hidayat "Colibri 28"
Sumber : Skadron Udara 7 & http://pilotshare.blogspot.com

Skadron Udara 7 merupakan Skadron Udara operasional sekaligus sebagai Skadron Pendidikan. Sebagai Skadron Pendidikan, Skadron Udara 7 telah mencetak lebih dari 400 penerbang Helikopter baik di Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Laut.

 

Bulan Desember tahun 2009 ini telah bertambah lagi alumni Skadron Udara 7, yaitu 9 Siswa Sekbang 79 sehingga jumlah seluruh jebolan Soloy menjadi 463 chopper. Berikut adalah nama-nama penerbang Helikopter jebolan Skadron Udara 7 "Soloy"
SEKBANG 23
1. Eko Djati
2. Adityawarman
3. Silaen
4. Hastanto
5. Monggur
6. Sutikno
   

Daftar Istilah Internet Indonesia

Berita - Pendidikan

Istilah Internet Indonesia adalah istilah-istilah yang diserap dari bahasa asing karena kemajuan teknologi internet. Mayoritas istilah-istilah tersebut adalah berasal dari bahasa Inggris Amerika, karena dipandang memiliki kekayaan kosakata internet yang paling luas.

Terjemahan

Terjemahan istilah-istilah internet dan komputer seringkali menyisakan kesulitan sendiri bagi para ahli bahasa dikarenakan ilmu komputer dan internet merupakan teknologi baru yang terus menerus berkembang dan menciptakan istilah-istilah baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam ilmu linguistik. Oleh karena itu tidak jarang terjemahan langsung suatu istilah terasa janggal untuk diucapkan maupun ditulis. Sebagai contoh istilah cookie terasa janggal bila diterjemahkan menjadi 'roti' dalam bahasa Indonesia. Penerjemah-penerjemah harus berusaha sesetia mungkin dengan makna aslinya dengan tidak membuat padanan istilah yang tidak akan dipakai oleh pengguna-pengguna yang terbiasa dengan istilah di dalam bahasa lain.

Banyak dari istilah-istilah internet dan komputer yang memiliki sejarah panjang yang membuat makna kata sesungguhnya kabur, sebagai contoh adalah nama-nama merek terkenal yang seringkali mengambil dari kosakata bahasa di mana perusahaan tersebut berada. Dengan demikian, istilah-istilah yang sudah bercampur dengan kebudayaan dan sejarah suatu bangsa akan semakin sulit diterjemahkan ke dalam budaya yang sama sekali berlainan dan tidak memiliki sejarah internet dan komputer yang sama panjangnya. Sebagai contoh dalam hal ini adalah istilah desktop sama sekali tidak ada hubungannya dengan 'meja' ataupun 'permukaan' di dalam bahasa Indonesia.

Perhatikan bahwa tidak semua istilah dalam artikel ini merupakan istilah resmi seperti yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Istilah internet

  • attachment = lampiran
  • bandwidth = lebar pita
  • broadband = pita lebar, jalur lebar
  • browser = peramban, penjelajah
  • bulletin board = papan buletin
  • chat = obrol, obrolan, rumpi
  • crash = bertabrakan (biasa untuk perangkat lunak/keras bermasalah)
  • collission = tabrakan data
  • connection = sambungan
  • copy = salin, kopi, ganda
  • cut = potong
  • cyberspace = dunia maya
  • database = pangkalan data, basis data
  • delete/del = hapus
  • domain = ranah
  • download = ambil data, unduh, muat turun
  • edit = sunting, ubah
  • e-mail = imel, ratel / surel / surat-e (surat elektronik), posel (pos elektronik), surat digital
  • forward/fwd (e-mail) = terusan
  • homepage = laman
  • hosting = hosting
  • interferensi = gangguan signal (berkaitan dengan signal wireless)
  • install = pasang
  • interface = antarmuka
  • keyword = kata kunci
  • lag = lambat
  • link = taut, kait, pautan, pranala
  • load = muat
  • login / log in / log on / logon = log masuk, masuk log, lihat sign in
  • logout / log out / log off / logoff = log keluar, keluar log, lihat sign out
  • network = jaringan
  • newsgroup = kelompok warta, kelompok diskusi
  • mailing list = milis, senarai, forum ratel
  • network = jaringan
  • networking = jejaring
  • off line = tidak terhubung, terputus, luring (luar jaringan)
  • online / on line = terhubung, tersambung, daring (dalam jaringan)
  • passphrase = frase sandi, kalimat sandi
  • password = kata sandi
  • paste = tempel, rekatkan
  • preview = pratonton, pratilik, pratayang
  • internet service provider = penyelenggara jasa internet
  • save = simpan
  • scan = pindai
  • server = peladen
  • sign in / signin / sign on = catat masuk, lihat login
  • sign out / sign off = catat keluar, lihat logout
  • surfing = berselancar, selancar maya
  • update = pemutakhiran, pembaruan
  • upload = unggah, muat naik
  • username = nama pengguna
  • virtual reality = realitas maya
  • webpage = halaman web
  • website = situs web
  • wireless = nirkabel

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Istilah_Internet_Indonesia

(Tim Aero Kalijati, 4/12/2009)

   

Dalam Japan Student Indoor Aerial Robot Contest Bul-Bul 2.0 Raih "Best Pilot"

Berita - Pendidikan

Membuat pesawat mini dengan berat maksimal dua ratus gram (1,5 kali blackberry bold), bisa dibilang bukanlah perkara mudah. Apalagi, dengan bobot ringan itu, pesawat harus mampu mengangkut tiga otedama (bola kecil mainan khas Jepang) yang beratnya masing-masing lima belas gram.

Namun, begitulah tantangan dalam Japan Student Indoor Aerial Robot Contest 2009 yang diselenggarakan oleh University of Tokyo, di Negeri Sakura, September lalu. Sebanyak 52 tim, tiga di antaranya berasal dari Indonesia (Institut Teknologi Bandung), Taiwan, dan Korea Selatan, harus mampu menjatuhkan satu per satu otedama di tiga titik yang telah ditentukan.

Selain itu, pesawat dituntut mampu melakukan manuver loop vertikal (melingkar di udara) tiga kali berturut-turut dan terbang steady tanpa kendali selama tiga detik. Pesawat juga harus mampu terbang rendah dengan kecepatan rendah tetapi tetap memungkinkan gerak yang lincah.

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Feri Ametia Pratama, Hardian, dan M. Luthfi Nurhakim menjawab tantangan tadi di tengah keterbatasan material, anggaran, dan teknologi di Indonesia. Dengan mengandalkan strategi konfigurasi seperti desain dan penempatan sayap, didukung keahlian pilot, mereka mampu membawa pulang gelar “Best Pilot”.

Boleh dibilang kerangka pesawat yang dinamai Bul-bul 2.0 itu sangat sederhana. Taufiq Mulyanto memilih styrofoam sebagai bahan konstruksi utama. Bahan pendukung lainnya hanyalah perekat setiap komponen (doubletip dan isolasi) dan plastik sebagai pelapis/pelindung styrofoam.

Dengan bahan ini, dua pesawat (tanpa mesin) bisa dihasilkan dengan anggaran Rp 50.000,00 sedangkan dengan kayu balsa membutuhkan Rp 200.000,00. Beserta mesin, Bul-bul 2.0 menghabiskan Rp 2,5 juta.

Sayap “multi-plane”

Secara garis besar, komponen pesawat ini terdiri atas sayap, bodi, ekor, dan skid (fungsi roda). Untuk memperoleh luas total bidang sayap yang besar sehingga memungkinkan pesawat terbang dengan kecepatan rendah, sayap Bul-bul 2.0 didesain dengan konfigurasi multi-plane (bersayap banyak). Seperti dalam gambar, pesawat ini mempunyai tiga sayap (atas, tengah, bawah) yang disusun menyerupai terasering/bertingkat (seperti pola persawahan di Indonesia) yaitu sayap atas lebih menjorok ke depan daripada sayap tengah dan sayap tengah lebih menjorok ke depan daripada sayap bawah.

Konfigurasi tersebut juga dimaksudkan untuk meminimalkan tergulingnya pesawat sehingga pesawat tetap lincah dikendalikan. Secara spesifik, ketiga sayap itu berbentuk persegi panjang dengan bentuk ketebalan air foil Clark Y. Ketebalan ini bisa digambarkan seperti satu bulir jeruk (tebal pada satu sisi dan menipis pada ujung lain dengan sedikit melengkung pada sisi tebal tersebut).

Tebal sayap atas dan tengah Bul-bul 2.0 adalah dua sentimeter (cm) dengan panjang 64 cm dan lebar delapan belas cm. Sementara dimensi sayap bawah, dengan tebal yang sama, panjangnya didesain 45 cm sehingga diperoleh pesawat yang stabil.

Kunci kestabilan dan keseimbangan pesawat juga terletak di ekor pesawat. Seharusnya, selain elevator di ekor mendatar (untuk mengendalikan gerak naik turun) dan radar di ekor vertikal (mengendalikan gerakan belok), juga harus terdapat aleron yang berfungsi mengendalikan gerakan berguling pesawat.

Namun, karena tim ini tidak mempunyai aleron, hal itu disiasati dengan dimensi ekor tegak yang lebih besar daripada dua ekor mendatar. Secara teori, pesawat bersayap banyak tanpa aleron, pengendaliannya relatif susah sehingga keberhasilan Tim ITB mengendalikan pesawat tanpa aleron mendapat nilai tinggi.

Komponen lainnya, seperti skid, yang juga terbuat dari styrofoam dibuat sedemikian halus sehingga mengurangi gaya gesekan dengan tanah. Sementara motor Brushless Electric yang dipasang di bagian depan dihubungkan dengan elemen lain seperti Micro ESC for Li-Po Battery, Li-Po 3 Cell 11,1 Volts 360 mah, Micro servo (pengendali gerak ekor dan motor) 1,1 kg.cm with pull-pull system, dan 2,4 GHz Radio Control System. Secara keseluruhan, berat Bul-bul 2.0 adalah 165,36 gram.

Strategi Sistem Rilis

Bayangkan sebuah pesawat mini mempunyai pintu yang gerakan buka tutupnya dikendalikan melalui remote control. Itu gambaran sistem rilis otedama pesawat kebanyakan dari kontestan Jepang.

Namun, tidak demikian halnya dengan sistem rilis tim ITB. Tim ini hanya bermain dengan satu mikroservo, tiga karet ikat rambut (warna-warni dijual bebas), dan dua balok mini yang terbuat dari kayu balsa.

Strateginya adalah posisi komponen sistem itu dibuat dengan urutan balok balsa satu-mikroservo-balok balsa dua. Lalu, antara mikroservo dengan balok balsa satu letakkan otedama pertama yang kemudian dijepit dengan karet. Lakukan hal yang sama di antara mikroservo dengan balok balsa dua untuk otedama kedua. Satu lagi otedama, dipasang seperti pada posisi dan cara sama dengan otedama pertama.

Ketika pesawat dinyalakan dan instruksi sampai ke mikroservo, alat ini akan bergerak ke kanan dan ke kiri. Ketika bergerak ke kiri, maka karet pengikat otedama pertama akan terlepas. Lalu dengan geraknya ke kanan, giliran otedama kedua terlepas, begitu juga untuk otedama ketiga akan terlepas seperti otedama pertama.

Sistem rilis ini diletakkan di bawah bodi pesawat di antara dua skid. Itu dimaksudkan sebagai antisipasi atas gangguan angin misalnya sehingga penjatuhan otedama bisa lebih terfokus. Kesederhaan sistem rilis tetapi efektif, kelincahan pesawat styrofoam sehingga mampu melingkar tiga kali tanpa terputus, dan kemampuan steady tanpa kendali, memberikan kesan tersendiri bagi juri kepada tim ITB.

Sumber : Pikiran Rakyat, 26 November 2009 ( http://newspaper.pikiran-rakyat.com )

(Tim Aero Kalijati, 30/11/2009)

   

Page 1 of 2

Statistik Web



Locations of visitors to this page

Who's Online

We have 8 guests online

Pariwara Udara

Banner
Banner
Banner