Wednesday, March 10, 2010
   
Text Size

Pendidikan

Penerbang Jebolan Soloy Skadron 7

Berita - Pendidikan

User Rating: / 2
PoorBest 
Posted by Taufik Agus Hidayat "Colibri 28"
Sumber : Skadron Udara 7 & http://pilotshare.blogspot.com

Skadron Udara 7 merupakan Skadron Udara operasional sekaligus sebagai Skadron Pendidikan. Sebagai Skadron Pendidikan, Skadron Udara 7 telah mencetak lebih dari 400 penerbang Helikopter baik di Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Laut.

 

Bulan Desember tahun 2009 ini telah bertambah lagi alumni Skadron Udara 7, yaitu 9 Siswa Sekbang 79 sehingga jumlah seluruh jebolan Soloy menjadi 463 chopper. Berikut adalah nama-nama penerbang Helikopter jebolan Skadron Udara 7 "Soloy"
SEKBANG 23
1. Eko Djati
2. Adityawarman
3. Silaen
4. Hastanto
5. Monggur
6. Sutikno
 

Daftar Istilah Internet Indonesia

Berita - Pendidikan

Istilah Internet Indonesia adalah istilah-istilah yang diserap dari bahasa asing karena kemajuan teknologi internet. Mayoritas istilah-istilah tersebut adalah berasal dari bahasa Inggris Amerika, karena dipandang memiliki kekayaan kosakata internet yang paling luas.

Terjemahan

Terjemahan istilah-istilah internet dan komputer seringkali menyisakan kesulitan sendiri bagi para ahli bahasa dikarenakan ilmu komputer dan internet merupakan teknologi baru yang terus menerus berkembang dan menciptakan istilah-istilah baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam ilmu linguistik. Oleh karena itu tidak jarang terjemahan langsung suatu istilah terasa janggal untuk diucapkan maupun ditulis. Sebagai contoh istilah cookie terasa janggal bila diterjemahkan menjadi 'roti' dalam bahasa Indonesia. Penerjemah-penerjemah harus berusaha sesetia mungkin dengan makna aslinya dengan tidak membuat padanan istilah yang tidak akan dipakai oleh pengguna-pengguna yang terbiasa dengan istilah di dalam bahasa lain.

Banyak dari istilah-istilah internet dan komputer yang memiliki sejarah panjang yang membuat makna kata sesungguhnya kabur, sebagai contoh adalah nama-nama merek terkenal yang seringkali mengambil dari kosakata bahasa di mana perusahaan tersebut berada. Dengan demikian, istilah-istilah yang sudah bercampur dengan kebudayaan dan sejarah suatu bangsa akan semakin sulit diterjemahkan ke dalam budaya yang sama sekali berlainan dan tidak memiliki sejarah internet dan komputer yang sama panjangnya. Sebagai contoh dalam hal ini adalah istilah desktop sama sekali tidak ada hubungannya dengan 'meja' ataupun 'permukaan' di dalam bahasa Indonesia.

Perhatikan bahwa tidak semua istilah dalam artikel ini merupakan istilah resmi seperti yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Istilah internet

  • attachment = lampiran
  • bandwidth = lebar pita
  • broadband = pita lebar, jalur lebar
  • browser = peramban, penjelajah
  • bulletin board = papan buletin
  • chat = obrol, obrolan, rumpi
  • crash = bertabrakan (biasa untuk perangkat lunak/keras bermasalah)
  • collission = tabrakan data
  • connection = sambungan
  • copy = salin, kopi, ganda
  • cut = potong
  • cyberspace = dunia maya
  • database = pangkalan data, basis data
  • delete/del = hapus
  • domain = ranah
  • download = ambil data, unduh, muat turun
  • edit = sunting, ubah
  • e-mail = imel, ratel / surel / surat-e (surat elektronik), posel (pos elektronik), surat digital
  • forward/fwd (e-mail) = terusan
  • homepage = laman
  • hosting = hosting
  • interferensi = gangguan signal (berkaitan dengan signal wireless)
  • install = pasang
  • interface = antarmuka
  • keyword = kata kunci
  • lag = lambat
  • link = taut, kait, pautan, pranala
  • load = muat
  • login / log in / log on / logon = log masuk, masuk log, lihat sign in
  • logout / log out / log off / logoff = log keluar, keluar log, lihat sign out
  • network = jaringan
  • newsgroup = kelompok warta, kelompok diskusi
  • mailing list = milis, senarai, forum ratel
  • network = jaringan
  • networking = jejaring
  • off line = tidak terhubung, terputus, luring (luar jaringan)
  • online / on line = terhubung, tersambung, daring (dalam jaringan)
  • passphrase = frase sandi, kalimat sandi
  • password = kata sandi
  • paste = tempel, rekatkan
  • preview = pratonton, pratilik, pratayang
  • internet service provider = penyelenggara jasa internet
  • save = simpan
  • scan = pindai
  • server = peladen
  • sign in / signin / sign on = catat masuk, lihat login
  • sign out / sign off = catat keluar, lihat logout
  • surfing = berselancar, selancar maya
  • update = pemutakhiran, pembaruan
  • upload = unggah, muat naik
  • username = nama pengguna
  • virtual reality = realitas maya
  • webpage = halaman web
  • website = situs web
  • wireless = nirkabel

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Istilah_Internet_Indonesia

(Tim Aero Kalijati, 4/12/2009)

   

Dalam Japan Student Indoor Aerial Robot Contest Bul-Bul 2.0 Raih "Best Pilot"

Berita - Pendidikan

Membuat pesawat mini dengan berat maksimal dua ratus gram (1,5 kali blackberry bold), bisa dibilang bukanlah perkara mudah. Apalagi, dengan bobot ringan itu, pesawat harus mampu mengangkut tiga otedama (bola kecil mainan khas Jepang) yang beratnya masing-masing lima belas gram.

Namun, begitulah tantangan dalam Japan Student Indoor Aerial Robot Contest 2009 yang diselenggarakan oleh University of Tokyo, di Negeri Sakura, September lalu. Sebanyak 52 tim, tiga di antaranya berasal dari Indonesia (Institut Teknologi Bandung), Taiwan, dan Korea Selatan, harus mampu menjatuhkan satu per satu otedama di tiga titik yang telah ditentukan.

Selain itu, pesawat dituntut mampu melakukan manuver loop vertikal (melingkar di udara) tiga kali berturut-turut dan terbang steady tanpa kendali selama tiga detik. Pesawat juga harus mampu terbang rendah dengan kecepatan rendah tetapi tetap memungkinkan gerak yang lincah.

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Feri Ametia Pratama, Hardian, dan M. Luthfi Nurhakim menjawab tantangan tadi di tengah keterbatasan material, anggaran, dan teknologi di Indonesia. Dengan mengandalkan strategi konfigurasi seperti desain dan penempatan sayap, didukung keahlian pilot, mereka mampu membawa pulang gelar “Best Pilot”.

Boleh dibilang kerangka pesawat yang dinamai Bul-bul 2.0 itu sangat sederhana. Taufiq Mulyanto memilih styrofoam sebagai bahan konstruksi utama. Bahan pendukung lainnya hanyalah perekat setiap komponen (doubletip dan isolasi) dan plastik sebagai pelapis/pelindung styrofoam.

Dengan bahan ini, dua pesawat (tanpa mesin) bisa dihasilkan dengan anggaran Rp 50.000,00 sedangkan dengan kayu balsa membutuhkan Rp 200.000,00. Beserta mesin, Bul-bul 2.0 menghabiskan Rp 2,5 juta.

Sayap “multi-plane”

Secara garis besar, komponen pesawat ini terdiri atas sayap, bodi, ekor, dan skid (fungsi roda). Untuk memperoleh luas total bidang sayap yang besar sehingga memungkinkan pesawat terbang dengan kecepatan rendah, sayap Bul-bul 2.0 didesain dengan konfigurasi multi-plane (bersayap banyak). Seperti dalam gambar, pesawat ini mempunyai tiga sayap (atas, tengah, bawah) yang disusun menyerupai terasering/bertingkat (seperti pola persawahan di Indonesia) yaitu sayap atas lebih menjorok ke depan daripada sayap tengah dan sayap tengah lebih menjorok ke depan daripada sayap bawah.

Konfigurasi tersebut juga dimaksudkan untuk meminimalkan tergulingnya pesawat sehingga pesawat tetap lincah dikendalikan. Secara spesifik, ketiga sayap itu berbentuk persegi panjang dengan bentuk ketebalan air foil Clark Y. Ketebalan ini bisa digambarkan seperti satu bulir jeruk (tebal pada satu sisi dan menipis pada ujung lain dengan sedikit melengkung pada sisi tebal tersebut).

Tebal sayap atas dan tengah Bul-bul 2.0 adalah dua sentimeter (cm) dengan panjang 64 cm dan lebar delapan belas cm. Sementara dimensi sayap bawah, dengan tebal yang sama, panjangnya didesain 45 cm sehingga diperoleh pesawat yang stabil.

Kunci kestabilan dan keseimbangan pesawat juga terletak di ekor pesawat. Seharusnya, selain elevator di ekor mendatar (untuk mengendalikan gerak naik turun) dan radar di ekor vertikal (mengendalikan gerakan belok), juga harus terdapat aleron yang berfungsi mengendalikan gerakan berguling pesawat.

Namun, karena tim ini tidak mempunyai aleron, hal itu disiasati dengan dimensi ekor tegak yang lebih besar daripada dua ekor mendatar. Secara teori, pesawat bersayap banyak tanpa aleron, pengendaliannya relatif susah sehingga keberhasilan Tim ITB mengendalikan pesawat tanpa aleron mendapat nilai tinggi.

Komponen lainnya, seperti skid, yang juga terbuat dari styrofoam dibuat sedemikian halus sehingga mengurangi gaya gesekan dengan tanah. Sementara motor Brushless Electric yang dipasang di bagian depan dihubungkan dengan elemen lain seperti Micro ESC for Li-Po Battery, Li-Po 3 Cell 11,1 Volts 360 mah, Micro servo (pengendali gerak ekor dan motor) 1,1 kg.cm with pull-pull system, dan 2,4 GHz Radio Control System. Secara keseluruhan, berat Bul-bul 2.0 adalah 165,36 gram.

Strategi Sistem Rilis

Bayangkan sebuah pesawat mini mempunyai pintu yang gerakan buka tutupnya dikendalikan melalui remote control. Itu gambaran sistem rilis otedama pesawat kebanyakan dari kontestan Jepang.

Namun, tidak demikian halnya dengan sistem rilis tim ITB. Tim ini hanya bermain dengan satu mikroservo, tiga karet ikat rambut (warna-warni dijual bebas), dan dua balok mini yang terbuat dari kayu balsa.

Strateginya adalah posisi komponen sistem itu dibuat dengan urutan balok balsa satu-mikroservo-balok balsa dua. Lalu, antara mikroservo dengan balok balsa satu letakkan otedama pertama yang kemudian dijepit dengan karet. Lakukan hal yang sama di antara mikroservo dengan balok balsa dua untuk otedama kedua. Satu lagi otedama, dipasang seperti pada posisi dan cara sama dengan otedama pertama.

Ketika pesawat dinyalakan dan instruksi sampai ke mikroservo, alat ini akan bergerak ke kanan dan ke kiri. Ketika bergerak ke kiri, maka karet pengikat otedama pertama akan terlepas. Lalu dengan geraknya ke kanan, giliran otedama kedua terlepas, begitu juga untuk otedama ketiga akan terlepas seperti otedama pertama.

Sistem rilis ini diletakkan di bawah bodi pesawat di antara dua skid. Itu dimaksudkan sebagai antisipasi atas gangguan angin misalnya sehingga penjatuhan otedama bisa lebih terfokus. Kesederhaan sistem rilis tetapi efektif, kelincahan pesawat styrofoam sehingga mampu melingkar tiga kali tanpa terputus, dan kemampuan steady tanpa kendali, memberikan kesan tersendiri bagi juri kepada tim ITB.

Sumber : Pikiran Rakyat, 26 November 2009 ( http://newspaper.pikiran-rakyat.com )

(Tim Aero Kalijati, 30/11/2009)

   

TRADISI TERBANG SOLO CALON PILOT HELIKOPTER TNI AU DI SKADRON UDARA 7

Berita - Pendidikan

Menandai proses pendidikan calon pilot helikopter TNI AU yang memasuki tahap terbang solo, diadakanlah upacara tradisi bagi tujuh perwira siswa Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Helikopter (KPTPH) angkatan 12 di Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, Subang, Jumat siang (6/11). Tradisi tersebut sebagai tanda telah mampunya mereka mengawaki pesawat helikopter tanpa dominasi instruktur saat terbang di udara.

Upacara diikuti oleh pasukan dari Skadron Udara 7 dihadiri para pejabat Lanud Suryadarma dan Wingdiktekkal. Dalam amanatnya Danlanud Suryadarma Kol Pnb Widiantoro, MBA menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan siswa memasuki tahapan terbang solo dengan Pesawat Helikopter Bell 47 G Soloy. Namun demikian Danlanud Suryadarma berharap agar siswa tidak takabur dengan kemampuannya karena jalan untuk menjadi penerbang helikopter masih panjang seperti harus memproduksi jam terbang sesuai jumlah yang ditentukan dan melaksanakan berbagai jenis latihan di medan latihan yang berbeda.

Tradisi terbang solo perwira siswa KPTPH angkatan ke-12 ditandai dengan pemotongan rambut perwira siswa secara simbolis oleh Danlanud Suryadarma kemudian pemecahan telur ayam di kepala siswa, penyiraman air bunga di kepala dan badan serta terakhir penempelan kapas di kepala dan badan. Selanjutnya para tamu undangan melanjutkan hal serupa.

Hal ini menandai perwira siswa sudah mampu terbang dengan pesawat helikopter seperti telur ayam yang sudah menetas kemudian mampu terbang bagaikan kapas yang melayang-layang di udara.

(Tim Aero Kalijati, 6/11/2009)

   

KUNJUNGAN EDUKATIF TK DAN SMP AL UKHUWAH DI LANUD SURYADARMA

Berita - Pendidikan

Obyek pembelajaran di Lanud Suryadarma, Subang, Rabu (21/10), mendapat kunjungan murid-murid dari Taman Kanak-kanak Islam Terpadu dan Siswa-siswa SMP AL Ukhuwah, Kecamatan Pegaden, Subang. Obyek yang dikunjungi meliputi Skadron Udara 7 untuk melihat Pesawat Helikopter jenis Bell 47 G Soloy dan EC 120 Colibri. Kemudian Museum Rumah Sejarah Kalijati dan Museum Amerta Dirgantara Mandala.

Menurut Kepala TKIP Ida Hamidah kunjungan edukasi merupakan kegiatan belajar siswa di luar ruangan yang bertujuan untuk mengasah kemampuan motorik siswa dalam mengenal hal-hal baru yang ada di luar kelas seperti pesawat terbang, benda-benda bersejarah dan koleksi-koleksi pesawat lama yang ada di museum. Diharapkan dengan cara demikian dalam diri murid dan siswa timbul pengetahuan, minat dan hal-ikhwal baru seperti dunia kedirgantaraan.

Selama di Skadron Udara 7 murid-murid TK dan siswa-siswa SMP Al-Ukhuwah menerima penjelasan hal-ikhwal kedua jenis pesawat dari teknisi Skadron Udara 7 bernama Sersan Mayor Wawan dan di Museum Rumah Sejarah Kalijati dipandu oleh PNS Andam Fitri. Museum Rumah Sejarah Kalijati merupakan tempat dimana Belanda dan Jepang saling berunding untuk penyerahan kekuasaan penjajahan Hindia Belanda pada 8 Maret 1942, di dalam bangunan tua yang masih kokoh hingga kini tersebut terdapat koleksi foto, meja-kursi, alat rumah tangga dan lainnya.


(Tim Aero Kalijati, 25/10/2009)

 

   

Page 1 of 2

Statistik Web



Locations of visitors to this page

Who's Online

We have 29 guests online

Pariwara Udara

Banner
Banner
Banner