Rumah Sejarah
Suasana di Dalam Rumah Sejarah
Keadaan fisik bangunan Rumah Sejarah tidak beda dengan rumah yang sekarang masih berdiri di Komplek Garuda, Lanud Suryadarma yaitu terdiri dari ruang tamu dan ruang tengah, tiga kamar dan ruangan belakang. Di ruang tamu terdapat lemari kaca (vitrin) yang memuat batu prasasti mini kotak ukuran 40 X 50 cm buatan Tentara Jepang sebagai tanda peringatan menyerahnya Belanda kepada Jepang, disampingnya terdapat sepasang pedang. Kemudian di tengahnya terdapat meja kursi kuno dan di kedua sudutnya ada lemari sudut kaca menyimpan benda koleksi mantan penghuni rumah.
Di ruang tengah sebagai bekas tempat perundingan terdapat meja persegi panjang dengan delapan kursi kuno beserta kain penutup bercorak kotak-kotak hitam putih. Di depan tiap kursi terdapat nama para pejabat Belanda dan Jepang saat melakukan perundingan. Pada sisi kanan-kirinya terdapat dua bendera kedua bangsa dan di tembok menempel lukisan sebuah momen perundingan.

Di kamar pertama yang terletak di bangunan depan terdapat tiga papan memuat foto-foto sejarah. Pada papan pertama terpampang tulisan sejarah menyerahnya Pemerintahan Belanda kepada Jepang dan dialog Panglima Imamura dengan Gubernur Jenderal Belanda serta Panglima Ter Porten. Terdapat pula foto bersama para pejabat kedua negara saat setelah/sebelum

perundingan dan foto bangunan lama di PU Kalijati. Pada sisi kanan terdapat lukisan menggambarkan tiga lokasi pendaratan Pasukan Jepang ke Indonesia.

Pada kamar kedua terdapat almari rak buku-buku, album foto dan radio kuno. Di sampingnya terdapat pula papan foto-foto sejarah mengenai kondisi Sekolah Penerbang Belanda dan mess para penerbang dan kru pesawat di PU Kalijati. Terdapat juga foto kondisi PU Kalijati, PU Husein Sastranegara, Bandung, PU Semarang dan PU Cililitan di Jakarta. Di samping itu ada foto-foto pesawat tempur Jepang, aktifitas Tentara Jepang juga foto mantan beberapa serdadu Jepang yang tiap Bulan September ke Lanud Suryadarma.

Pada kamar ketiga terdapat sebuah tempat tidur kuno dari besi, westafel dan papan foto-foto pesawat tempur Jepang. Terdapat pula papan yang bertuliskan proses penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang dalam Bahasa Jepang dan Belanda. Kemudian di ruang belakang terdapat sebuah ruangan bekas kamar mandi dan dapur. Di beranda belakang rumah terhampar halaman luas, dari pintu belakang terdapat jalan berlantai dan beratap sirap menuju ke bangunan pada sisi kiri halaman. Bangunan itu berupa sebuah garasi, sebuah ruangan (untuk kantor staf Rumah Sejarah) dapur dan kamar mandi.
| < Prev | Next > |
|---|
Berita Terkait
- COLIBRI EC HL-1211 MENGALAMI CRASH LANDING DAN TERBAKAR
- PIA ARDHYA GARINI KALIJATI BAHAS TENTANG PENYAKIT KANKER
- PROFIL SISWA TERLA BERPRESTASI : SERDA DANIS, SISWA PERTAMA YANG MAMPU TERBANG SOLO
- SKADRON UDARA 7 MERAYAKAN ULTAH KE 45 DIISI DENGAN MELAKUKAN KEGIATAN RELIGIUS
- Teruskan Tradisi, Tiga Bersaudara Geluti Olahraga Terbang Layang
















