Terbang Layang
Pengertian Olahraga Terla
Pengertian Olahraga Terla
Olah Raga Terla, merupakan kegiatan hobi sekaligus olah raga udara. Gaya hidup ini di gemari secara luas di negara-negara barat seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, maupun di benua lainnya. Terbang layang menawarkan kenikmatan dan sensasi tersendiri bagi pelakunya. Dengan sebuah pesawat tak bermesin, anda seolah bisa menjadi seekor burung elang yang punya sayap panjang membentang.
Sedangkan definisi pesawat layang yaitu suatu benda yang lebih berat dari udara dan dapat melayang di udara, diawaki dan dapat dikendalikan, yang mengudara dengan cara ditarik atau dengan bantuan pesawat penarik. Di Indonesia pesawat layang tersebut dinamakan glider dengan dua tipe tempat duduk yaitu satu/single dan ganda/double.
Untuk bisa mengudara, glider terlebih dahulu di tarik menggunakan tali jenis manila panjang 65-75 meter juga tali carmantle yang disambungkan dengan pesawat bermotor sebagai penarik di landasan udara yang memenuhi syarat untuk penerbangan. Sebagai Pesawat penariknya adalah pesawat baling-baling berkecepaan sedang seperti PZL-104 Gelatik atau Husky.
Setelah berada pada suatu ketinggian aman, tali penarik glider segera dilepaskan. Untuk hal ini, pilot dari pesawat penarik biasa memberikan instruksi kepada pilot glider. Bila sudah begini glider pun dapat terbang sendiri. Pilot glider kemudian mengemudikan pesawatnya. Untuk bisa terbang lebih tinggi dan lama, pilot glider biasanya segera mencari udara panas atau thermal diantara deru angin yang meniup pesawatnya. Udara panas inilah yang bisa melambungkan glider lebih lama di udara karena punya tekanan lebih tinggi.
Percaya atau tidak, glider bisa mengarungi langit hingga belasan jam lamanya dengan jarak yang jauh. Andai saja tidak ada malam hari, cuaca baik, dan pilotnya sanggup bertahan lama di udara, glider bisa mengangkasa berhari-hari lamanya. Di Indonesia, rekor lama terbang menggunakan glider mencapai 14,41 jam oleh Mayor Abel Malau tahun 1964. Artinya penerbangan ini dilakukan sejak hari masih subuh dan berakhir tatkala matahari terbenam.
Pesawat layang yang digunakan di Indonesia adalah buatan Schweizer Aircraft Corp., di Elmira, New York USA yang single maupun double. Jensi single tipenya SGS 1-26 length 21’3’’, span : 40’, height 7’,2,5”. Jenis double seat tipe SGU 2-22 lenght 25’9”, span : 51’0”, height : 9’,3,5”, wing view : 219,48 Sq.ft.
Berita Terkait
- COLIBRI EC HL-1211 MENGALAMI CRASH LANDING DAN TERBAKAR
- PIA ARDHYA GARINI KALIJATI BAHAS TENTANG PENYAKIT KANKER
- PROFIL SISWA TERLA BERPRESTASI : SERDA DANIS, SISWA PERTAMA YANG MAMPU TERBANG SOLO
- SKADRON UDARA 7 MERAYAKAN ULTAH KE 45 DIISI DENGAN MELAKUKAN KEGIATAN RELIGIUS
- Teruskan Tradisi, Tiga Bersaudara Geluti Olahraga Terbang Layang
















