Terbang Layang
Dinamika Atlit Terbang Layang
Dinamika Atlit Terbang Layang
Tahapan-tahapan tersebut telah cukup mengantarkan seseorang menjadi seorang penerbang layang yang sesungguhnya. Apabila telah paham tentu memerlukan latihan-latihan dan pengetahuan tambahan lainnya Latihan terla di Pusdikterla dilaksanakan pada Hari Sabtu dan Minggu pagi hingga tengah hari dengan sarananya sekitar 15 glider dengan 2 gelatik. Personel pendukungnya antara lain terdapat 4 pilot penarik, teknisi dan pendukung lainnya. Selain pengguna terla, di Kalijati terdapat pula siswa dan mahasiswa di wilayah Jawa Barat yang pada waktu-waktu tertentu menjadwalkan ekstra kurikulernya dengan olah raga terla.
Perlu diketahui Pusdikterla berlokasi di Hanggar C, Lanud Suryadarma merupakan satu dari dua lembaga pendidikan terla di Indonesia, satunya di Persatuan Olah raga Terbang Layang DKI Jakarta (Portela Jaya) yang pembinaannya berada dibawah FASI. Oleh karena itu, pada waktu-waktu tertentu di Pusdikterla diadakan pendidikan dasar calon atlit terla selama 1 bulan. Hingga kini pendidikan terla telah berjalan 21 angkatan. Tiap-tiap angkatan pendidikan rata-rata 10-20 orang dari seluruh Indonesia, siswanya selain dari TNI AU juga dari tiap propinsi di Indonesia melalui pengurus KONI daerah yang menginginkan putra daerahnya menjadi atlet terbang layang nasional.
Selanjutnya terdapat pertandingan atau kejuaraan terla untuk pembinaan prestasi atlet yang dilaksanakan secara periodik, baik berskala nasional/internasional. Terdapat dua macam kejuaraan yaitu kejuaraan resmi meliputi kejuaraan daerah, kejuaraan nasional, babak kualifikasi PON, PON, kejuaraan terbuka, seleksi tim nasional dan kejuaraan nasional. Kemudian kejuaraan tidak resmi merupakan kejuaraan yang tidak tercantum dalam kalender resmi Pordirga Terla, yang diselenggarakan oleh organisasi kemasyarakatan dengan mengikuti aturan keselamatan.
Jenis-jenis pertandingan terla meliputi :
a. ketepatan mendarat (precision landing)
b. lama di udara (duration flight)
c. terbang jarak jauh (free distance)
d. cepat tiba di sasaran (goal and race)
Jenis pertandingan tersebut dapat diikuti oleh atlet-atlet terla dengan lima variasi atlet yaitu perorangan (single) putra, putri, berpasangan (double) putra, putri dan campuran (mix).
Sebagai kegiatan di udara, dunia terla mengenal beberapa persyaratan dasar yang harus dipatuhi agar kegiatannya dapat berjalan dengan aman, lancar dan selamat. Oleh karena itu sebelum penyelenggaraan kegiatan berlangsung perlu koordinasi tiap-tiap unsur seperti personel, teknisi dan pendukungnya sehat jasmani dan rohani, cuaca dalam kondisi VMC (visual Meteorogical Condition), sarana prasarana seperti landasan rata dengan panjang minimal 500 meter dan lebar 30 meter.
Untuk kegiatan terbang layang bagi penerbang layang per hari maksimal 8 jam kerja, sedangkan sortienya 6 kali start bagi siswa dan 10 start bagi atlit senior. Penarik darat maksimal 8 jam kerja per hari atau 40 kali start per orang per hari.
Berita Terkait
- COLIBRI EC HL-1211 MENGALAMI CRASH LANDING DAN TERBAKAR
- PIA ARDHYA GARINI KALIJATI BAHAS TENTANG PENYAKIT KANKER
- PROFIL SISWA TERLA BERPRESTASI : SERDA DANIS, SISWA PERTAMA YANG MAMPU TERBANG SOLO
- SKADRON UDARA 7 MERAYAKAN ULTAH KE 45 DIISI DENGAN MELAKUKAN KEGIATAN RELIGIUS
- Teruskan Tradisi, Tiga Bersaudara Geluti Olahraga Terbang Layang
















