Terbang Layang
Tulang Punggung Operasional Pusdikterla Lanud Suryadarma
Tulang Punggung Operasional Pusdikterla Lanud Suryadarma
Markas Pusat Pendidikan Terbang Layang (Pusdikterla) di Lanud Suryadarma kini terdengar lagi gaungnya setelah dilaksanakannya pendidikan Terbang Layang Angkatan ke-23, Selasa (13/10) yang lalu.
Pendidikan yang melatih siswa-siswa baru untuk calon atlit terbang layang Indonesia tersebut dalam operasionalnya diawaki oleh beberapa unsur seperti instruktur, para penerbang Pesawat Gelatik, tim dispatch, tenaga medis, fasilitas lapangan, operasional landasan dan lainnya.
Salah satu unsur operasional sebagai tulang punggung jalannya pendidikan terbang layang tersebut adalah para instruktur glider dan penerbang pesawat gelatik yang berfungsi melatih mengawaki glider dan menarik glider agar mengudara dan kemudian mendarat di landasan. Di Pusdikterla saat ini terdapat 5 orang penerbang gelatik dan 2 orang instruktur glider yang masih optimal mengawaki gelatik dan glider. Mereka berpose bersama dalam gambar dengan urutan nama-nama sebagai berikut:
1. Dwi Sasongko, Putra asli Subang lahir pada 7 Juni 1971 yang tinggal di Dawuan Subang. Sebagai warga sipil ia mampu menunjukkan kemampuannya dalam mengawaki pesawat Gelatik selama kurang lebih 500 jam terbang dan 6000 jam terbang glider.
2. Rukmana, merupakan instruktur paling senior, pernah menjalani pendidikan terbang layang saat kegiatannya masih bermarkas di Solo. Sebagai warga sipil walaupun sudah cukup berumur, namun masih sanggup melatih siswa-siswa terbang layang menggunakan glider tandem untuk melayang-layang di udara dan mendaratkannya di landasan dengan aman. Ia memiliki jam terbang glider yang paling banyak lebih dari 6500.
3. Letnan Satu Kes Joko Gunaedi, Putra Minang lahir di Bukittinggi pada 28 Maret 1964. Ia masih tercatat sebagai Perwira TNI AU di seksi Pembinaan Jasmani dan Kemiliteran Lanud Suryadarma. Tinggal di Kompleks Merpati. Dalam pengalaman mengawaki pesawat Gelatik ia telah mengantongi kurang lebih 5000 jam terbang dan kurang lebih 6500 jam terbang pesawat glider.
4. Kapten Tek Agus Susanto, lahir di Bandung pada 27 Agustus 1964, tergabung di TNI AU dengan jabatan sebagai staf operasi di Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan, Kalijati. Di Pusdikterla bertindak sebagai intruktur glider saat tandem. Sehingga ia baru mengumpulkan sekitar 90 jam terbang glider saja.
5. Sersan Kepala Andriana Yosef, kelahiran garut pada 29 Juni 1979 merupakan anggota staf intelejen dan pengamanan Lanud Suryadarma. Tinggal di Kompleks Jatayu Lanud Suryadarma dengan pengalaman jam terbang menerbangkan pesawat Gelatik kurang lebih 650 jam terbang dan 200 jam terbang glider.
6. Kapten Kes Ade Suherman, lahir di Kota Tahu Sumedang pada tanggal 11 November 1961. Kini di Organisasi TNI AU tercatat sebagai Komandan Flight B Skadron Pendidikan 304, Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan, Kalijati. Tinggal di Kompleks Cendrawasih Lanud Suryadarma. Sampai saat ini is telah mengantongi kurang lebih 4000 jam terbang Glider dan 50 jam terbang Gelatik.
7. Suprayitno, merupakan tenaga honorer di Lanud Suryadarma yang telah berpengalaman sebagai operator komputer Pusdikterla, sehingga kini ia dipercaya menjabat sebagai kepala sekretariat di Pusdikterla.
8. Sersan Mayor Sugianto, lahir di Madiun 8 Juni 1965 saat ini masih tergabung di Lanud Suryadarma sebagai anggota TNI AU pada seksi Pembinaan Potensi Dirgantara. Tinggal di Desa Kalijati Barat, setelah melintasi waktu di dunia dirgantara khususnya di Terbang layang ia mengumpulkan kurang lebih 3152 jam terbang Pesawat Gelatik untuk menarik glider dan 6700 jam terbang glider saat menjadi atlit terbang layang.

Demikian para tenaga inti Pusdikterla sebagai penerbang yang mengawaki gelatik agar glider dapat mengudara dengan optimal, sehingga kegiatan terbang layang berjalan lancar. Bravo Terbang Layang.
(Tim Aero Kalijati, 19/10/2009)
Berita Terkait
- COLIBRI EC HL-1211 MENGALAMI CRASH LANDING DAN TERBAKAR
- PIA ARDHYA GARINI KALIJATI BAHAS TENTANG PENYAKIT KANKER
- PROFIL SISWA TERLA BERPRESTASI : SERDA DANIS, SISWA PERTAMA YANG MAMPU TERBANG SOLO
- SKADRON UDARA 7 MERAYAKAN ULTAH KE 45 DIISI DENGAN MELAKUKAN KEGIATAN RELIGIUS
- Teruskan Tradisi, Tiga Bersaudara Geluti Olahraga Terbang Layang
















