Monday, September 06, 2010
   
Text Size

Profil Mustadirla

Keberadaan sebuah museum pesawat terbang pada saat ini sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia khususnya anak sekolah agar minat dan kecintaan mereka terhadap dunia penerbangan (aerospace) timbul. Hal ini penting guna mempersiapkan generasi muda Bangsa Indonesia yang tanggap terhadap perkembangan dan kemajuan dunia internasional.

Apalagi menurut futurolog Alfin Toffler perkembangan masyarakat dunia ke depan setelah gelembong kejut telekomunikasi pada saat ini adalah masalah aerospece. Ini berarti the future knowledge adalah aerospece knowledge. Sehingga untuk mempersiapkan masa depan Indonesia yang setara dengan negara maju lainnya suatu saat nanti, mau tidak mau harus mengenalkan aerospace kepada generasi muda bangsa saat ini agar mereka akrab, cinta dan bergelut ke dalam dunia aerospace.

Berdasarkan pemikiran tersebut, TNI AU melalui Dinas Perawatan Personel TNI AU mendirikan Museum Amerta Dirgantara Mandala (Mustadirla) di Lanud Suryadarma sebagai cabang dari Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta. Mustadirla saat ini menempati sebuah hanggar lama bernama Hanggar C.

Museum yang dinamakan juga sebagai museum hidup sesuai namanya ”amerta” tersebut dikarenakan di dalam museum tersebut hingga saat ini masih menyimpan koleksi pesawat-pesawat lama yang tetap hidup dan digunakan untuk kegiatan pembinaan potensi dirgantara khususnya olah raga dirgantara (aero sport) terbang layang yaitu beberapa pesawat Gelatik dan juga pesawat Glider. Bahkan kantor Pusat Pendidikan Terbang Layang (Pusdikterla) Indonesia yang dimiliki oleh Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) untuk pendidikan atlet terbang layang juga ada di Hanggar C.


 

Share Link: Share Link: Bookmark Google Yahoo MyWeb Del.icio.us Digg Facebook Myspace Reddit Ma.gnolia Technorati Stumble Upon

Statistik Web



Locations of visitors to this page

Who's Online

We have 186 guests online

Pariwara Udara

Banner
Banner
Banner