Sunday, August 01, 2010
   
Text Size

Sekilas Tentang POMAU "WIRA WASKITA"

Semboyan Pomau “Wira Waskita” yang berarti ksatria yang selalu tanggap, trampil dan waspada, bukan hanya sekedar slogan, tetapi merupakan suatu tekad atau janji prajurit Polisi Militer Angkatan Udara untuk menjawab setiap tantangan tugas yang selalu berkembang.

Apabila dilihat dari sejarahnya, POMAU lahir seiring dengan kelahiran TNI Angkatan Udara, yaitu beberapa saat setelah Jawatan penerbangan resmi menjadi Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara tanggal 9 April 1946. Untuk menjamin kelangsungan organisasi tersebut, diperlukan suatu unit yang dapat mnyelesaikan tugas-tugas kehakiman, dactiloscopy dan kepolisian. Atas dasar itu, pada tanggal 1 Nopember 1946, dibentuk sebuah lembaga pendidikan yang diberi nama “Sekolah Polisi Angkatan Udara Darurat” di Pangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta. Tanggal 1 November itu, selanjutnya dijadikan sebagai hari lahirnya Korps Polisi Militer Angkatan Udara, yang setiap tahunnya diperingati.

Keberadaan Polisi Militer Angkatan Udara, mengalami pasang surut, yang disesuaikan dengan tuntutan pada eranya. Untuk beberapa saat, karena faktor kebutuhan, POMAU berubah fungsi menjadi Provost Angkatan Udara. Atas pertimbangan organisasi, kini kembali namanya menjadi Polisi Militer TNI Angkatan Udara yang berada di garda terdepan dalam penegakkan disiplin dan penegakan hukum di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Pada era saat ini POMAU patut berbangga, karena kini telah mampu mengembangkan diri lebih dari cita-cita awal dibentuknya Kepolisian Angkatan Udara. Kalau sebelumnya hanya memfokuskan tugas-tugas dibidang kehakiman, dactiloscopy dan kepolisian semata, Pomau dengan organisasi yang lebih mantap telah menjadi Institusi Mandiri selaku penyidik dan penegak hukum di lingkungan Angkatan Udara.

Memperhatikan perkembangan lingkungan global, regional maupun nasional, demokratisasi dan Hak-hak Asasi Manusia menjadi isu sentral yang harus dijunjung setinggi-tingginya. Tidak kalah penting dari kedua hal tersebut, adalah penyalahgunaan narkoba, yang hingga kini masih menjadi persoalan besar yang harus terus dicarikan jalan keluarnya. Berkaitan dengan perkembangan tersebut, dan memperhatikan kompleksitas tugas-tugas POMAU, maka tidak ada jalan lain bagi POMAU, selain meningkatkan kemampuan dan profesionalisme.

Profesionalisme yang harus dikembangkan adalah sinergi kemampuan profesi setiap prajurit POMAU, dengan alat yang digunakan dengan tidak mengabaikan demokratisasi dan hak asasi manusia. Untuk itu pula, maka profesionalisme harus disertai dengan semangat pengabdian atau dedikasi yang tinggi yang diwujudkan dalam bentuk totalitas kemampuan masing-masing secara fisik dan psikis untuk memberikan pengabdian yang terbaik, dengan tidak terlalu terpengaruh oleh berbagai keterbatasan yang ada dan berbagai permasalahan yang dihadapi. Profesionalisme akan semakin lengkap dan utuh, apabila soliditas sesama insan Polisi Militer TNI AU, sesama insan POMAU dengan elemen masyarakat lainnya dapat dibangun dan didekatkan dalam wujud persatuan dan kesatuan ditengah kemajemukan yang telah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Lebih mendasar lagi bahwa, hendaknya sebagai prajurit yang memiliki jiwa besar, dan tidak pernah melupakan jasa-jasa dan pengorbanan yang telah didarmabaktikan para pendahulu demi kejayaan POMAU khususnya, dan TNI Angkatan Udara umumnya, sudah sepantasnya kita berikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendahulu, para senior dan para prajurit POMAU lainnya yang telah merintis, membangun dan membesarkan nama Polisi Militer TNI Angkatan Udara. (http://id.wikipedia.org/wiki/Polisi Militer Angkatan Udara)

(Tim Aero Kalijati, 30/10/2009)

Share Link: Share Link: Bookmark Google Yahoo MyWeb Del.icio.us Digg Facebook Myspace Reddit Ma.gnolia Technorati Stumble Upon

Statistik Web



Locations of visitors to this page

Who's Online

We have 19 guests online

Pariwara Udara

Banner
Banner
Banner