Berita Terbaru
Lanud Suryadarma
Skadron Udara 7
Pertumbuhan dan Bakti Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma
Pertumbuhan dan Bakti Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma
Skadron Udara 7 lahir bersamaan dengan Wing Operasi 004 tanggal 25 mei 1965 di Lanud Atang Senjaya, Bogor. Wing Operasi 004 merupakan satuan setingkat brigade dibentuk untuk mewadahi satuan-satuan Pesawat Helikopter guna melaksanakan kegiatan Angkatan Udara seperti angkutan VIP/logistik, evakuasi medis, Search And Rescue (SAR), mobilitas udara dan lainnya. Sedangkan Skadron Udara 7 dibentuk untuk menampung Helikopter jenis khusus seperti MI-4, SM 1, Bell Trooper, Bell Ranger dan Bell 204 B Iroquois.
Masa awal Skadron Udara 7 dilalui dengan beberapa aktivitas melaksanakan tugas operasi sesuai keadaan negara yang membutuhkan. Aktivitas ke dalam yang dilakukan seperti menata berbagai urusan kelembagaan dan administrasi, termasuk merekrut beberapa orang penerbang lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) Bagian Udara menjadi penerbang helikopter. Selain itu sekitar 1977-an dibangun sebuah hanggar Skadron Udara 7, setelah sebelumnya bergabung dengan Hanggar Skadron Udara 6 (angkut sedang) dan Skadron Udara 8 (angkut berat).
Sesuai karakteristiknya sebagai pesawat serbaguna yang mampu menembus berbagai medan maka tugas-tugas Skadron Udara 7 dari tahun ke tahun beragam dalam hal operasi militer dan operasi kemanusiaan. Beberapa Operasi militer yang pernah dilaksanakan : Operasi Penegak (1965),Operasi Mental (akhir 1965), Operasi Samber Kilat (1967), Operasi Wisnu (1972-1980), Operasi Tonggak (1976), Operasi Tumpas, Operasi Seroja (1977), Operasi Gerakan Kesejahteraan Masyarakat di Irian Jaya dan Daerah Istimewa Aceh (1990 ),Operasi Darurat Militer di Nanggroe Aceh Darussalam 2004-2005.
Di samping operasi militer, Skadron Udara 7 juga melaksanakan operasi kemanusiaan. Seperti pada November 1965, melakukan pertolongan dan penyelamatan penumpang kapal Norwegia, Carval di Ujung Kulon, Banten. Kemudian awal 1966 membantu petani Kabupaten Rembang membasmi hama yang menyerang ladang kelapa. Pada September 1966 melaksanakan tugas Search and Recsue penduduk di Blitar dan Kediri yang terkena musibah meletusnya Gunung Kelud, serta operasi lainnya. Di samping kegiatan operasi, Skadron Udara 7 juga melaksanakan kegiatan pendidikan bagi anggotanya ke luar negeri. Salah satu pendidikan yang dilaksanakan tahun 1971-1972 adalah pemeliharaan engine Pesawat Helikopter Bell 204 B di Australia, yang dilanjutkan secara bertahap pada pendidikan berikutnya.
Di tengah kegiatan dukungan operasi udara, Skadron Udara 7 diperintah pimpinan TNI Angkatan Udara menyelenggarakan pendidikan penerbang helikopter (chopper) tahun 1987. Untuk itu diadakan Sekolah Penerbang Helikopter dengan dua macam sumber siswa yaitu Sekolah Penerbang (Sekbang) PSDP (Prajurit Sukarela Dinas Pendek) program Markas Besar TNI siswanya lulusan Sekolah Menengah Atas, sebelumnya telah menjalani kursus dasar penerbangan di Yogyakarta. Berikutnya Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Helikopter (KPTPH) siswanya perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) setelah menjalani pendidikan dasar penerbangan di Yogyakarta.
Menginjak 1988 ada rencana Markas Besar TNI Angkatan Udara untuk mengaktifkan Lanud Kalijati (berubah menjadi Lanud Suryadarma tahun 2001) dengan kegiatan penerbangan. Untuk itu Skadron Udara 7 sebagai satuan yang juga melaksanakan pendidikan penerbang yang akan dipindah home basenya ke Kalijati dengan beberapa pertimbangan seperti pendidikan penerbang dapat berjalan maksimal tanpa menggangu kegiatan dukungan operasi udara dari Skadron Helikopter lainnya di Bogor. Pemindahan dilakukan dengan tiga tahap mulai 17 April 1989 untuk mempersiapkan home base baru dan sarana prasarana pendukungnya. Sejak 1 Januari 1991 secara resmi Skadron Udara 7 menjadi satuan jajaran yang bergabung dengan Lanud Suryadarma.
Berita Terkait
- COLIBRI EC HL-1211 MENGALAMI CRASH LANDING DAN TERBAKAR
- PIA ARDHYA GARINI KALIJATI BAHAS TENTANG PENYAKIT KANKER
- PROFIL SISWA TERLA BERPRESTASI : SERDA DANIS, SISWA PERTAMA YANG MAMPU TERBANG SOLO
- SKADRON UDARA 7 MERAYAKAN ULTAH KE 45 DIISI DENGAN MELAKUKAN KEGIATAN RELIGIUS
- Teruskan Tradisi, Tiga Bersaudara Geluti Olahraga Terbang Layang
















