Sunday, August 01, 2010
   
Text Size

Prestasi Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma

Hingga 2008 menurut Komandan Skadron Udara 7 Letnan Kolonel Pnb Tahyodi telah diluluskan sekitar 550 Penerbang Helikopter yang disalurkan di satuan-satuan jajaran TNI Angkatan Udara, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Kepolisian Republik Indonesia bahkan terdapat mantan siswa dari Malaysia. Dalam kegiatan pelatihan terbang, siswa memakai helikopter jenis Bell 47 G Solooy. Pesawat dua awak tersebut memiliki kelebihan seperti mampu mendarat di landasan yang sempit dan mampu mengatasi situasi di pemukiman padat penduduk. Karena seringnya keluar masuk kampung dalam kegiatan bina terbang tersebut menjadikan Bell 47 G Solooy sebagai “pesawat kampung”.

Di samping itu dalam perawatan dan pemeliharaan engine (mesin) Pesawat Helikopter Bell 47 G Solooy dan EC 120 Colibri, prestasi teknisinya mampu merawat pesawat dari tingkat ringan, sedang sampai berat, walaupun personelnya kurang. Cikal-bakal kemampuan itu diawali pada 1984 ketika teknisinya dibantu teknisi dari Komando Pemeliharaan Materiil TNI Angkatan Udara (Koharmatau) dan Depo Pemeliharaan (Depohar) 10 mampu melakukan modifikasi Helikopter Bell 47 G Solooy, gabungan dua mesin Pesawat Helikopter Sioux dengan Helikopter Bell 47 G 3 BI dengan cara mengganti engine piston AVCD lycoming AVCO TVD 43J enam silinder berbahan bakar avigas menjadi engine turbo prop allison 250C-20B berbahan bakar Avtur.

Kini, untuk memperlancar proses alih ketrampilan teknik perawatan pesawat dilaksanakan kursus montir pesawat secara resmi yang dinamakan Kursus Juru Montir Udara (JMU), bagi anggota TNI Angkatan Udara. Pada tahun 2008 ini sudah memasuki angkatan ke-5.

Puncak prestasi yang amat membanggakan bagi keluarga besar Skadron Udara 7 khususnya dan Lanud Suryadarma umumnya adalah tampilnya Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) sebagai pucuk pimpinan Angkatan Udara saat ini dari mantan Komandan Skadron Udara 7 tahun 1991-1994 yaitu Letnan Kolonel Pnb Subandrio. Hal ini merupakan yang pertama dalam sejarah, karena KSAU sebelumnya biasanya dipegang oleh para Perwira Tinggi TNI Angkatan Udara dengan korps penerbang dari unsur pesawat tempur dan angkut. Di samping itu, dimilikinya seorang penerbang Helikopter wanita sejak tahun 2007 yaitu Letnan Dua Pnb Fariana Dewi Jakaria Putri. Hal ini menjadi daya tarik masyarakat karena ia merupakan penerbang Helikopter militer wanita pertama di Indonesia dan karirnya di bidang penerbangan helikopter apakah tidak beresiko pada kodratnya sebagai seorang ibu kelak di kemudian hari ?.

Kini sejak 2001 Skadron Udara 7 diperkuat oleh datangnya Pesawat Helikopter digital dari Perancis yaitu EC 120 Colibri. Kehadirannya turut meramaikan jumlah dan jenis pesawat di Skadron Udara 7 yang kini memiliki 2 jenis pesawat, selain EC 120 Colibri juga Bell 47 G Solooy. Tugas pokok Skadron Udara 7, selain melakukan kegiatan dukungan operasi udara, pendidikan penerbang dan perawatan engine pesawat serta tugas-tugas lainnya, markas Skadron Udara 7 juga menjadi obyek kunjungan study tuor bagi anak-anak sekolah dari Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Menengah Atas di wilayah Kabupaten Subang, Purwakarta dan sekitarnya. Selain melihat dari dekat postur Pesawat Helikopter acara study tour merupakan program sekolah untuk pengenalan keprofesian sebagai Tentara dan Pilot.


 

Share Link: Share Link: Bookmark Google Yahoo MyWeb Del.icio.us Digg Facebook Myspace Reddit Ma.gnolia Technorati Stumble Upon

Statistik Web



Locations of visitors to this page

Who's Online

We have 20 guests online

Pariwara Udara

Banner
Banner
Banner